Pondok Pesantren

Pembuka

Dari sekian banyak Anggota IKKAD, beberapa diantaranya merupakan pendiri pondok pesantren. Mari kita mengenal lebih dalam pondok pesantren tersebut : 

  • Pondok Pesantren Maskumambang Dukun, Gresik
  • Pondok Pesantren Attanwir Talun,Bojonegoro
  • Pondok Pesantren "Salafiyah Syafi'iyah" Seblak Kwaron Diwek, Jombang
  • Pondok Walisongo Cukir
  • ondok Pesantren Roudlotul Qur'an Darul Falah III

Ponpes Maskumambang Dukun

Informasi Umum

Alamat

Jalan Raya Sembungan Kidul, Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61155
Indonesia

No. Telpon

MTs 031 99112140
MA  031 3941757
SMK 1 (Putra) 031 3940795
SMK 2 (Putri) 031 3941873
Yayasan YKUI  031 3949736

Email  -
Website http://maskumambang.ac.id

Tentang Pondok Pesantren Maskumambang 

Pondok Pesantren Maskumambang memiliki :

Visi
Braqidah shohihah, beramal saleh, berilmu manfaat, berakhlak karimah.

Misi 

  • Menyelenggarakan dan mengembangkan Pendidikan Islam yang terintegrasi antara aspek intelektual, spiritual dan life skill untuk melahirkan generasi  yang berkepribadian Muslim.
  • Mengembangkan jaringan kerja sama (networking) dengan berbagai instansi dan lembaga mitra, lembaga pendidikan, dunia usaha/industri, baik lokal maupun regional.

Sejarah 

Pondok Pesantren Maskumambang didirikan pada tahun 1859 M./1281 H. oleh K.H. Abdul Djabbar sebagai usaha dia untuk mencetak kader-kader da’i yang diharapkan dapat menghapus kepercayaan-kepercayaan masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam

Pada awal berdirinya, Pesantren Maskumambang yang terletak di Desa Sembungan Kidul Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur, ( + 40 KM arah barat laut Kota Surabaya ) hanya mendidik masyarakat sekitar Maskumambang, dan itupun terbatas pada pelajaran al-Qur’an dan tafsir,serta fiqih.

Metode yang dipergunakan juga masih terbatas pada metode sorogan, bandongan, dan halaqoh. Pada tahun 1907 M. bertepatan dengan tahun 1325 H. K.H. Abdul Djabbar berpulang ke Rahmatullah dalam usia 84 tahun, dan kepemimpinan pesantren diteruskan K.H. Moch. Faqih (NAK 4) yang terkenal dengan sebutan Kyai Faqih Maskumambang.

Pada masa kepemimpinan KH. Moch Faqih Pondok Pesantren Maskumambang mengalami perubahan yang cukup berarti. Santri yang datang mengaji tidak hanya berasal dari sekitar Maskumambang, tetapi banyak juga yang berasal dari daerah lain .

Pada tahun 1937 M. bertepatan dengan tahun 1353 H. K.H. Moch. Faqih berpulang ke Rahmatullah dalam usia 80 tahun dan kepemimpinan Pondok Pesantren Maskumambang diteruskan oleh putra dia yang keempat yaitu KH.Ammar Faqih (NAK 4.5).

Pada masa kepemimpinan KH.Ammar Faqih, selain sebagai tempat mengaji atau memperdalam ilmu agama lewat pelajaran al-Qur’an, Hadits dan kitab-kitab kuning lainnya, oleh KH. Nadjih Ahjad yang saat itu sudah ikut mengasuh Pesantren Maskumambang,, diselenggarakan pula Madrasah Banat (madrasah putri).

Selain itu Pondok Pesantren Maskumambang juga dijadikan markas para pejuang kemerdekaan dari Gresik, Surabaya dan Lamongan.

Pada hari Selasa malam Rabu tanggal 25 Agustus 1965 M. K.H. Ammar Faqih berpulang ke Rahmatullah. Sebelum berpulang ke Rahmatullah dia telah menyerahkan kepemimpinan pesantren kepada menantu dia yang kedua, yaitu K.H. Nadjih Ahjad.

Dalam memimpin pesantren KH.Nadjih Ahjad melakukan pembaruan-pembaruan dalam bidang kelembagaan, organisasi, metode dan sistem pendidikan, kurikulum, serta Bidang sarana / Prasarana.

-----

Referensi :

  1. http://maskumambang.ac.id/, diakses pada 23-7-2017
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Pondok_Pesantren_Maskumambang, diakses pada 23-7-2017 

Ponpes Attanwir Talun

Informasi Umum

Alamat

Talun, Sumberejo, Bojonegoro, Jawa Timur 62191, Indonesia

No. Telpon

0353-332008

Email  -
Website http://www.attanwir.or.id

Sejarah Pondok Pesantren

Pondok Pesantren Attanwir yang terletak di Desa Talun Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terlahir dari sebuah Musholla yang terbuat dari kayu jati yang dibangun pada Tahun 1925M, oleh H. Idris dan dipersiapkan untuk anak angkatnya, H. Sholeh (istri dari Rohimah, NAK 7.5), yang masih belajar di Pondok Pesantren Maskumambang Gresik. Tahun 1933, H. Sholeh mulai merintis kegiatan mengajar anak-anak di Musholla yang telah dipersiapkan. Dimulai dari mengajar membaca Al-Qur’an, Tulis menulis huruf Arab, cara-cara beribadah dan sebagainya. Waktu mengajar sore hari mulai ba’dal Ashar hingga Isya’ pada setiap hari. Kegiatan ini dilakukan seorang diri dengan penuh ketelatenan, keuletan dan kesabaran serta keikhlasan.

Setelah beberapa waktu berjalan, Alhamdulillah hasilnya mulai tampak, kalau yang semula belajar hanya anak-anak Desa Talun yang jumlahnya kurang dari Sepuluh anak, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, anak-anak dari Desa sekitarnya mulai berdatangan ikut belajar hingga jumlahnya mencapai 40 anak lebih. Tidak ketinggalan para orang tua mereka juga mulai belajar dengan kesadaran sendiri.

Makin lama jumlah pemeluk Islam semakin bertambah, akibatnya Musholla yang di tempati kegiatan belajar-mengajar dan berjama’ah tidak mampu menampung mereka yang jumlahnya setiap waktu terus bertambah. Dibelilah sebuah rumah dari kayu jati dengan ukuran lebih besar dan selanjutnya diwakafkan untuk Masjid, sedang Musholla yang ada digunakan tempat mengajar dan Asrama santri putra. Sementara kegiatan Belajar-mengajar masih berjalan sebagaimana biasa, yaitu dengan sistem weton dan sorogan dan hanya ditangani sendiri oleh KH Sholeh.

Sejalan dengan perjalanan waktu, jumlah santripun bertambah banyak, tidak hanya santri putra saja, santri putipun jumlahnya semakin banyak, dan diantara mereka ada yang datang dari luar Desa atau Daerah, maka terpaksa harus menyediakan beberapa kamar atau gotakan tempat mereka. Demikian pula tenaga pengajarpun ditambah.

Dalam perkembangannya Pondok Pesantren Attanwir berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia Modern, tanpa meninggalkan ciri khas sebagai Lembaga Pendidikan Pesantren yang Islami Ala Ahli Sunnah Wal Jama’ah. Sebagai Lembaga Pendidikan Tradisional, Pondok Pesantren Attanwir mempunyai fungsi ganda, yaitu Dakwah dan Pendidikan. Oleh karena itu peran dan Fungsinya menjadi sangat Strategis, dan peran tersebut secara bertahap selalu diupayakan pelaksanaannya sesuai dengan kemampuan serta perkembangan situasi setiap waktu.

Profil Pendiri

Pada tahun 1921, KH M. Sholeh mondok di Maskumambang Dukun Gresik, di pesantren yang diasuh KH Faqih bin KH Abdul Jabbar. Pada tahun 1923, saat beliau berusia 21 tahun, beliau menunaikan haji yang pertama dan berencana mondok di Makkah selama 2 tahun. Namun, baru 8 bulan di Makkah ternyata ada hambatan. 

Kota Makkah yang saat itu dipimpin oleh Syarif Husain, mendapat serangan dari Raja Saud. Akhirnya KH M Sholeh pun kembali pulang ke Jawa dan meneruskan mondok di Maskumambang Dukun Gresik hingga tahun 1927.

Pada pertengahan tahun 1924, beliau diambil menantu KH Faqih (NAK 4) untuk dinikahkan dengan keponakannya sendiri, Rohimah (NAK 7.5) binti KH Ali. Kemudian setelah menikah, di tahun 1927 beliau dan istrinya pulang ke Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro. Dari pernikahan tersebut beliau dikaruniai seorang anak yaitu Sahal Sholeh dan Anisah.

-----

Referensi :

  1. http://www.attanwir.or.id, diakses pada 23-7-2017 
  2. https://beritabojonegoro.com/read/580-kiai-welas-asih-yang-aktif-berorganisasi.html, diakses pada 23-7-2017
  3. https://pramukaat-tanwir.blogspot.kr/2016/02/sejarah-pondok-pesantren-attanwir.html, diakses pada 23-7-2017 
  4. https://aldomurtadlo.blogspot.kr/2016/01/at-tanwir-sekolah-dan-kenangan-itu.html, diakses pada 23-7-2017

Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Khoriyah Hasyim Seblak

Informasi Umum

Alamat

Seblak, Diwek, Kwaron, Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61471, Indonesia

No. Telpon

0321-862529

Email  -
Website https://seblak.wordpress.com

Tentang Pondok Pesantren Salafiyah Seblak 

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Seblak (selanjutnya disingkat Pondok Seblak) berdiri di atas tanah seluas 8500 m2, berlokasi di dusun Seblak, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, sekitar 500 m. kearah barat Tebuireng. 

Pendirinya, K.H. Ma’shum Ali, adalah menantu pasangan Kiai Hasyim Asy’ari-Nyai Nafiqoh, yang dinikahkan dengan putri pertamanya yang bernama Khoiriyah Hasyim. Kiai Ma’shum berasal dari Maskumambang, Gresik.

Sejarah 

Sejarah Pondok & Madrasah “Khoiriyah Hasyim” bermula dari pendirian Pesantren Puteri Seblak pada 1921 yang memiliki garis historis dengan Pesantren Tebuireng yang didirikan Hadratus Syaikh KHM Hasyim Asy’ari pada 1899. Popularitas dan kualitas Pesantren Tebuireng telah mendorong masyarakat dari berbagai penjuru nusantara untuk mengirimkan putera-puterinya ke Tebuireng.

Dikarenakan bangunan dan asrama yang dimiliki Pesantren Tebuireng tidak mencukupi untuk menampung santri puteri, maka Hadratus Syaikh K.H. M. Hasyim Asy’ari menugaskan kepada K.H. Ma’shum ‘Ali guna mendirikan pesantren yang khusus untuk belajar bagi santri puteri. K.H. Ma’shum ‘Ali kemudian membeli sebidang tanah dan bangunan dari seorang dukun bayi yang kemudian hari menjadi cikal bakal Pesantren Puteri Seblak.

KH. Ma’shum ‘Ali adalah santri generasi pertama dari Pesantren Tebuireng yang kemudian diambil menantu Hadratus Syaikh K.H. M. Hasyim Asy’ari dan dinikahkan dengan Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim, puteri pertama Hadratus Syaikh K.H. M. Hasyim Asy’ari. K.H. Ma’shum ‘Ali merupakan cucu K.H. Abdul Jabbar, pendiri Pesantren Maskumambang Gresik dan pernah menjabat sebagai Direktur Madrasah Tebuireng pertama kali sejak tahun 1916 dan kemudian digantikan K.H. Muhammad Ilyas, dikarenakan harus memimpin Pesantren Puteri Seblak tersebut.

Letak Pesantren Puteri Seblak sekitar 300 meter ke arah barat dari Pesantren Tebuireng sekarang, termasuk dalam wilayah Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Ketika baru didirikan, situasi sekitar Pesantren Puteri Seblak tidak sama dengan situasi yang dijumpai saat ini. Dusun Seblak saat itu terkenal dengan dunia hitamnya, seperti perjudian, pencurian, prostitusi, perampokan dan sebagainya. Hal ini merupakan akibat dari berpindahnya lokasi kemaksiatan dari daerah Tebuireng ke arah barat (Seblak).

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pendirian Pesantren Puteri Seblak mendapatkan tantangan yang bertubi-tubi. Bahkan K.H. Ma’shum ‘Ali sendiri merasakannya, termasuk sering harus berhadapan dengan rayuan-rayuan para pelacur ketika hendak ke Pesantren Tebuireng untuk menemui Hadratus Syaikh K.H. M. Hasyim Asy’ari.

Peran penting yang selalu dikaitkan dengan periode pendirian dan perkembangan Pesantren Puteri Seblak adalah sosok Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim.

-----

Referensi :

  1. https://seblak.wordpress.com/2008/08/22/sejarah-pondok-seblak/, diakses pada 23-7-2017
  2. https://jawatimuran.net/2015/07/29/pondok-pesantren-salafiyyah-seblak/, diakses pada 23-7-2017

Ponpes Walisongo Cukir

Informasi Umum

Alamat

Jl. Raya Kediri No.2, Cukir, Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61471, Indonesia

No. Telpon

0321-864207

Email  -
Website http://walisongocukir.blogspot.kr/
Instagram https://www.instagram.com/about_muallimat/

Tentang Pondok Pesantren Walisongo Cukir 

Pondok Pesantren Putri "Walisongo" merupakan lembaga pendidikan Islam yang intens dalam mengembangkan ilmu keagamaan untuk mencetak kader muslimah yang berakhlaqul karimah dan berilmu tinggi.

Kegiatan-kegiatan dan pelatihan ketrampilan diorientasikan sebagai bekal menyiapkan generasi muda muslimah yang professional dan kreatif. Hal ini bisa dilakukan mulai dari baca tulis arab, pengajian Al Qur'an Bin Nadhor, Hifdzil Qur'an, kajian kitab-kitab salaf secara klasik, kemampuan bahasa arab, muhadhoroh, pelatihan retorika dakwah serta beberapa pelatihan lainnya. 

Maka dari itu, komitmen utama yang dimiliki adalah untuk meninggikan kalimat Allah (Lii'laaliKalimatullah) dan mencapai tujuan perbaikan (Al Ishlah). Berusaha dengan memperbanyak belajar sebagai ikhtiar kemudian berdoa yang tulus sebagai bentuk tawakkal merupakan kunci kesuksesan di masa depan yang gemilang.

Profil Pendiri 

Muhammad Adlan Aly (NAK 7.3)Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Putri Wali Songo, Cukir, Jombang, Jawa Timur, dan Ketua Umum pertama Jam’iyyah Ahli-t-Thariqah Al-Mu’tabarahan-Nahdliyyah (JATMAN), organisasi tarekat di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah ini dikenal sebagai sosok yang wara’, zuhud, dan tawadlu’.

Lahir pada tanggal 3 Juni 1900 di Pesantren Maskumambang, Dukun, Sedayu, Gresik, dari pasangan Nyai Hj. Muchsinah binti K.H. Abdul Jabbar dan K.H. Ali. Saudaranya adalah K.H. Ma’shum, H.M. Mahbub, dan Nyai Mus’idah Rohimah. Kakaknya, K.H. Ma’shum Ali, kemudian menjadi menantu K.H. Hasyim Asy’ari dan penulis buku terkenal. Kiai Adlan Aly tumbuh dan dididik sejak kecil dalam lingkungan keluarga pesantren. Kakeknya, K.H. Abdul Jabbar (wafat 1903), adalah pendiri Pondok Pesantren Maskumambang Gresik di tahun 1859. Awalnya Kiai Adlan Aly nyantri kepada sang ayah, K.H. Ali, di Pesantren Maskumambang. Kemudian menuntut ilmu di Pesantren Tebuireng, dan terbilang sebagai santri generasi awal K.H. Hasyim Asy’ari. Adalah kebanggaan para santri di Jawa waktu itu menambah ilmu dan berguru kepada pendiri NU ini.

-----

Referensi :

  1. http://walisongocukir.blogspot.kr/2012/04/brosur-pondok-pesantren-putri-walisongo.html, diakses pada 23-7-2017
  2. https://suarapesantren.net/2017/04/12/kh-adlan-aly-sosok-yang-wara-zuhud-dan-tawadhu/, diakses pada 23-7-2017
  3. https://www.instagram.com/about_muallimat/, diakses pada 23-7-2017

Ponpes Roudlotul Qur'an Darul Falah III Cukir

Informasi Umum

Alamat

Depan Kampus IKAHA Jl. Irian Jaya no.55 Tebuireng, Cukir, Diwek
61471 Jombang, Jawa Timur, Indonesia

No. Telpon 0321-864562
Email  -
Website https://www.facebook.com/PON-PES-ROUDLOTUL-QURAN-DARUL-FALAH-III-156514608187/

Tentang Pondok Pesantren Maskumambang 

 - coming soon -

Sejarah 

 - coming soon -

-----

Referensi :

  1. https://www.facebook.com/PON-PES-ROUDLOTUL-QURAN-DARUL-FALAH-III-156514608187/, diakses pada 23-7-2017