Pembukaan Dukuh Maskumambang

Akhirnya beliau membuka sebidang tanah yang masih merupakan hutan kecil di tengah – tengah desa Sembungan Kidul Kecamatan Dukun. Setelah beliau berhasil membuka dan membersihkan daerah itu didirikan sebuah rumah yang amat sederhana untuk tempat tinggal suami – istri.
Dan diberilah nama daerah itu dengan “Maskumambang”. Dari asal kata mas dan kambang (:bahasa jawa) artinya mengapung. Konon diberinya nama tersebut tidak lain karena daerah itu semula hutan yang lebat tanpa dipelihara namun akhirnya menjadi daerah yang indah, subur tempat mencari ilmu, seakan – akan mas yang mengambang.
KH. Abdul Djabbar wafat pada tahun 1325 H atau 1907 M, kemudian pesantren Maskumambang dipelihara oleh putra – putra beliau terutama KH. Faqih dan dibantu oleh putra – putranya.
Pada masa kecilnya, KH. Abdul Djabbar bernama Ngabidin dari kata – kata ‘Abid, diberinya nama itu oleh orang tuanya agar benar – benar men jadi manusia yang beribadah dengan baik.

(dikutip dari buku silsilah KH. Abdul Djabbar karangan KH.Chamim Syahid terbitan Th. 1980)

© 2014 - 2022 IKKAD. All Rights Reserved
Dibuat dengan ♥ oleh Pikar Labs