Ponpes Walisongo Cukir

Tentang Pondok Pesantren Walisongo Cukir

Pondok Pesantren Putri "Walisongo" merupakan lembaga pendidikan Islam yang intens dalam mengembangkan ilmu keagamaan untuk mencetak kader muslimah yang berakhlaqul karimah dan berilmu tinggi.

Kegiatan-kegiatan dan pelatihan ketrampilan diorientasikan sebagai bekal menyiapkan generasi muda muslimah yang professional dan kreatif. Hal ini bisa dilakukan mulai dari baca tulis arab, pengajian Al Qur'an Bin Nadhor, Hifdzil Qur'an, kajian kitab-kitab salaf secara klasik, kemampuan bahasa arab, muhadhoroh, pelatihan retorika dakwah serta beberapa pelatihan lainnya.

Maka dari itu, komitmen utama yang dimiliki adalah untuk meninggikan kalimat Allah (Lii'laaliKalimatullah) dan mencapai tujuan perbaikan (Al Ishlah). Berusaha dengan memperbanyak belajar sebagai ikhtiar kemudian berdoa yang tulus sebagai bentuk tawakkal merupakan kunci kesuksesan di masa depan yang gemilang.

Profil Pendiri

Muhammad Adlan Aly (NAK 7.3). Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Putri Wali Songo, Cukir, Jombang, Jawa Timur, dan Ketua Umum pertama Jam’iyyah Ahli-t-Thariqah Al-Mu’tabarahan-Nahdliyyah (JATMAN), organisasi tarekat di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah ini dikenal sebagai sosok yang wara’, zuhud, dan tawadlu’.

Lahir pada tanggal 3 Juni 1900 di Pesantren Maskumambang, Dukun, Sedayu, Gresik, dari pasangan Nyai Hj. Muchsinah binti K.H. Abdul Jabbar dan K.H. Ali. Saudaranya adalah K.H. Ma’shum, H.M. Mahbub, dan Nyai Mus’idah Rohimah. Kakaknya, K.H. Ma’shum Ali, kemudian menjadi menantu K.H. Hasyim Asy’ari dan penulis buku terkenal. Kiai Adlan Aly tumbuh dan dididik sejak kecil dalam lingkungan keluarga pesantren. Kakeknya, K.H. Abdul Jabbar (wafat 1903), adalah pendiri Pondok Pesantren Maskumambang Gresik di tahun 1859. Awalnya Kiai Adlan Aly nyantri kepada sang ayah, K.H. Ali, di Pesantren Maskumambang. Kemudian menuntut ilmu di Pesantren Tebuireng, dan terbilang sebagai santri generasi awal K.H. Hasyim Asy’ari. Adalah kebanggaan para santri di Jawa waktu itu menambah ilmu dan berguru kepada pendiri NU ini.

-----

Referensi :

  1. http://walisongocukir.blogspot.kr/2012/04/brosur-pondok-pesantren-putri-walisongo.html, diakses pada 23-7-2017
  2. https://suarapesantren.net/2017/04/12/kh-adlan-aly-sosok-yang-wara-zuhud-dan-tawadhu/, diakses pada 23-7-2017
  3. https://www.instagram.com/about_muallimat/, diakses pada 23-7-2017
© 2014 - 2022 IKKAD. All Rights Reserved
Dibuat dengan ♥ oleh Pikar Labs