Pengantar

Pendahuluan

Buku silsilah ini diterbitkan dan disebarkan oleh Pengurus Pusat IKKAD (Ikatan Keluarga Kyai Abdul Djabbar) dengan tujuan untuk :

  1. Diketahui oleh segenap keturunan Kyai Abdul Djabbar dan anggota IKKAD setempat
  2. Memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT, dan atas kekuasaan – Nya ternyata dalam masa sekian tahun (Kyai Abdul Djabbar lahir tahun 1241 H) keluarga itu berkembang dengan pesatnya, sehingga menjadi keluarga besar.
  3. Menciptakan rasa kekeluragaan dengan mengingat bahwa keluarga besar ini berasal dari 2 (dua) makhluk Allah berlainan jenis.
  4. Mendorong kita untuk muwashotul Arham dengan suatu cara yang dapat kita lakukan, agar tidak “Kepaten Obor” (:bahasa jawa)
  5. Mengetahui kemajuan pendidikan dan amaliah dari semua anak keturunannya
  6. Diketahui bahwa sebagian besar dari keturunan beliau adalah walud
  7. Mengenang kembali perjuangan Kyai Abdul Djabbar dan putra – putranya dalam menegakkan kalimah Allah.
  8. Mendorong pemuda – pemudi abna’u Kyai Abdul Djabbar agar menggunakan masa mudanya dalam menyempurnakan di bidang pendidikan dan pengajaran.
  9. Menganjurkan kepada semua keluarga Kyai Abdul Djabbar agar selalu dapat mengawasi dan mendidik putra – putrinya, sehingga penjadi pejuang seperti orang tuanya, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
  10. Menganjurkan kepada semua Abna’u Abdul Djabbar agar sering berdo’a buat orang – orang tuanya, baik yang masih hidup maupun tang telah wafat.
  11. Mengajak kepada semua Abna’u Abdul Djabbar untuk tetap memelihara Ukhuwah Arhamiyah, Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Qoumiyah.
  12. Mengajak semua keluarga keturunan Kyai Abdul Djabbar dalam amar ma’ruf dan nahi munkar. maka ada baiknya kalau kami mengambil beberapa ayat Al – Qur’an dan hadits – hadits Nabi SAW yang berhubungan dengan pemeliharaan arham sebagai berikut :

    يَآيُّهَاالنَّاسُ اِنَّاخَلَقْنَكُمْ مِّنْ ذَكَرٍوَّ اُنْثىَ وَجَعَلنَكُمْ شُعُوْبًاوَّقَبَـآئِلَ لِتَعَارَفُوْا اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَاللّهِ اَتْقكُمْ اِنَّ اللّهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌartinya :
    “Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki – laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku – suku supaya kamu saling kenal – mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal (QS. Al Hujurat : 13)”

    وَاتَّقُوااللّهَ الَّذِىْ تَسَـآءَلُوْنَ بِـه وَاْلاَرْحَامَ اِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبـًا
    Artinya :
    “Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama – Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (QS. An Nisa’ : 1)”

    الَّذِيْنَ يُوْفُوْنَ بِعَهْدِاللّهِ وَلاَيَنْقُضُوْنَ المِيْثَاقَ وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَآ اَمَرَاللّهُ بِـه اَنْ يُوْ صَـلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْءَ الْحِسَـابِ
    Artinya :
    “Orang – orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Dan orang – orang yang menghubungkan apa – apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkannya, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. (QS. Ar Ra’d : 20 – 21)”

    الَّذِيْنَ يَنْقُضُونَ عَهْدَاللّهِ مِنْ بَعْدِ مِيْثَاقِه وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَاللّهُ بِه اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِىا ْلاَرْضِ اُلئِـكَ هُمُ الْخسِرُوْنَ
    Artinya :
    “(Yaitu) orang – orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang – orang yang rugi (QS. Al Baqarah : 27)”

    وَالَّذِيْنَ امَنُوْاوَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَابِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنَاهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَـاكَسَبَ رِهِيْنٌ
    Artinya :
    “Dan orang – orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan meraka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap – tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya (QS. Ath Thuur : 21)”

    قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّىاللّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقِمِ الـصَّلاَةَ وَأَدِّالزَّكَاةَ وَصُمْ رَمَضَانَ وَحَجِّ اْلبَيْتَ وَاَعْتَمِرْوَبِرَّوَالِدَيْكَ وَصِلْ رَحَمِكَ وَأَقَرّ ضَيْفَكَ وَأْمُرْبِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ اْلمُنْكَرِوَزُلْ مَعَ الْحَقِّ حَيْثُ زَالَ
    Artinya :
    “Rasulullah bersabda : Dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpuasalah pada bulan Ramadlan dan kerjakanlah ibadah haji dan lakukanlah umroh di Baitullah dan berbuat baiklah pada kedua orang tuamu, dan sambunglah familimu dan hormatilah tamumu, perintahlah pada kebajikan dan cegahlah dari kemungkaran dan beradalah kamu bersama kebenaran dimana ia beradaز
    (Riwayat Imam Bukhori dari Ibnu Abbas, dari kitab “Al – Jamiusshoghir”) ”

    اِعْرِ فُوْا أَنْسَـا بَكُمْ تَصِلُوْا اَرْحَامَكُمْ فَاءِنَّهُ لاَقُرْبَ لِلرَّحِمِ اِذَاقُطِعَتْ وَاِنْ كَانَتْ قَرِيْبَـةً وَلاَ بُعْدَلَهَـااِذَاوُصِلَتْ وَاِنْ كَانَتْ بَعِيْدَةً
    Artinya :
    “Rasulullah bersabda : Kenalilah nasab – nasabmu maka kamu dapat menyambung familimu. Sesungguhnya tidak dekat dalam famili apabila ia diputus, meskipun sebenarnya dekat, dan tidak jauh dalam famili kalau disambung kendati ia sebenarnya jauh. (Riwayat Imam Bukhori dari Ibnu Abbas, dari kitab “Al – Jamiusshoghir”) ”

    اِذَا مَاتَ ابْنُ أدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْوَلَدٍصَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ
    Artinya :
    “Rasulullah bersabda : Apabila anak adam telah wafat, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal; shodaqoh jariyah, ilmu yang diamalkan, atau anak yang sholeh yang selalu mendo’akan orang tuanya.”

© 2014 - 2022 IKKAD. All Rights Reserved
Dibuat dengan ♥ oleh Pikar Labs